Tugu Jogja
Geografi

JOGJA ISTIMEWA DALAM 5 NARASI SUDUT PANDANG GEOGRAFIS

85 / 100

Jogja istimewa, pernahkah Anda mendengar penggalan lirik lagu dari Jogja Hip Hop Foundation tersebut? Ya, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah Daerah Istimewa setingkat Propinsi yang ada di Indonesia secara administratif. Propinsi ini merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Pakualaman. Daerah Istimewa Yogyakarta sering disebut dengan singkatan Jogja, Yogya, Jogjakarta, atau Yogyakarta. Lebih jauh tentang sejarah keistimewaan Yogyakarta dapat Anda temukan pada website BPKP Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan detil disebutkan disana mengenai substansi istimewanya Yogyakarta dalam 3 hal, yaitu Sejarah Pembentukan, Bentuk Pemerintahan, dan Kepala Pemerintahan.

Jogja Istimewa
Tugu, Icon Yogyakarta

Terlepas dari sejarah Undang-undang keistimewaan DIY tersebut, mari kita lihat Jogja istimewa dalam sudut pandang story telling geografisnya yang juga menarik untuk diceritakan dalam alunan narasi berikut.

1. LETAK GEOGRAFIS JOGJA ISTIMEWA

Berdasarkan referensi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, letak Propinsi ini adalah di bagian selatan tengah Pulau Jawa, yang dibatasi oleh Samudera Hindia di bagian selatan dan Propinsi Jawa Tengah di bagian lainnya, yang terdiri atas :

– Kabupaten Wonogiri di bagian tenggara

– Kabupaten Klaten di bagian timur laut

– Kabupaten Magelang di bagian barat laut

– Kabupaten Purworejo di bagian barat

Letak lintang dan bujurnya, Jogja terletak antara 8º 30′ – 7º 20′ Lintang Selatan, dan 109º 40′ – 111º 0′ Bujur Timur. Secara administratif, Propinsi DIY terdiri dari 5 Kabupaten / Kota :

– Kota Yogyakarta

– Kabupaten Sleman

– Kabupaten Bantul

– Kabupaten Kulon Progo

– Kabupaten Gunung Kidul

2. GEOMORFOLOGI JOGJA ISTIMEWA

Secara fisiografi, Jogja terdiri atas 4 satuan fisiografi yaitu :

– Satuan Pegunungan Selatan (Dataran Tinggi Karst) atau Pegunungan Seribu

– Satuan Gunung Api Merapi

– Satuan Dataran Rendah yang membentang antara Pegunungan Selatan dan Pegunungan Kulon Progo

– Satuan Pegunungan Kulon Progo

Dari fisiografi tersebut, maka geomorfologi Jogja menjadi menarik, yang keragamannya sangat terkait dengan proses geologi pembentuknya. DIY terbentuk dari transisi geologi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Geologi Jawa Timur dicirikan oleh munculnya Pegunungan Selatan yang tersusun atas batuan vulkanik laut yang ditutup oleh batuan karbonat. Sedangkan geologi Jawa Tengah tersusun atas batuan sedimen bulkanik laut yang terlipat kuat membentuk Pegunungan Serayu Selatan, dan dibatasi oleh kompleks gunung api Kulon Progo. Kedua Pegunungan tersebut membentuk depresi yang disebut Cekungan Yogyakarta yang material endapan Gunung Merapi dari sebelah utara dengan umur geologi yang paling muda. Pada geologi Jogja, juga terdapat Patahan Opak, yang berada antara Cekungan Yogyakarta dan Pegunungan Selatan.

Gunung Merapi
Gunung Merapi

Pada akhirnya geomorfologi bentang lahannya pun menjadi bervariasi dan kompleks, dan ini membuktikan bahwa memang benar-benar Jogja Istimewa. Secara ringkas, disebutkan dalam deskripsi ringkasan buku Bpk. Langgeng Wahyu Santosa pada Perpustakaan BIG (Badan Informasi Geospasial).

Sebelah utara yaitu Kabupaten Sleman, mempunyai bentang lahan asal proses vulkanik Gunung Merapi. Beberapa tahun terakhir, Merapi dalam kondisi aktif, dan beberapa kali mengalami erupsi. Material vulkanik yang keluar akan membuat tanah menjadi subur.

Sebelah selatan yaitu Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo, mempunyai bentang lahan asal proses fluvial (aliran sungai) dari Sungai Opak dan Sungai Progo, dan bentang lahan asal proses angin berupa Sand Dunes atau gumuk-gumuk pasir di Parangtritis dan sekitarnya (satu-satunya di Asia Tenggara).

Sisi selatan yang lain yaitu Kabupaten Gunung Kidul, mempunyai bentang lahan asal proses marine (aktivitas sepanjang pesisir laut) dan bentang lahan asal proses solusional yang membentuk Perbukitan Karst (kapur) Pegunungan Seribu, serta bentang lahan asal proses organik berupa terumbu karang pantai.

Sisi tengah yaitu di Kota Yogyakarta, mempunyai bentang lahan asal proses antropogenik berupa hasil karya manusia dengan bentuk tata kota.

3. KEBUDAYAAN JOGJA ISTIMEWA

Jogja Istimewa, Kraton Yogyakarta Hadiningrat
Kraton Yogyakarta Hadiningrat

Kebudayaan Jogja tak lepas dari Kraton Yogyakarta sebagai sentra budaya sebagai institusi warisan adiluhung yang masih terlestarikan keberadaannya. Jogja istimewa juga tidak lepas dari sejarah Kraton yang bermula dari cikal bakal berdirinya Kerajaan Mataram pada akhir abad ke 16. Unsur budayanya sangat kental dengan tradisi dan adat istiadat Jawa. Hal inilah juga yang menjadi menarik bagi sektor pariwisata Jogja.

Jogja memiliki kurang lebih 515 bangunan Cagar Budaya yang tersebar di 13 kawasan, sebagai aset-aset budaya peninggalan peradapan tinggi masa lampau. Salah satu cagar budaya yang masih terlihat jelas, adalah adanya Candi, seperti Candi Prambanan yang sebagian areanya masuk ke wilayah Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Didik Nini Thowok, Sang Maestro Tari dari Jogja
Didik Nini Thowok, Sang Maestro Tari dari Jogja (Sumber : Youtube DNT)

Budaya Jogja turut dilestarikan oleh Sang Maestro melalui seni tari, yaitu Didik Nini Thowok. Beliau merupakan salah satu dari beberapa seniman yang kompeten di bidang tarian, dengan mengkombinasikan musik klasik, dongeng rakyat, tarian modern, dan tarian komedi, serta tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Selain sebagai seorang penari, beliau juga adalah koreografer, komedian, pemain pantomim, penyanyi, dan pengajar, yang banyak berkontribusi memajukan budaya, bukan hanya bagi Jogja, tapi juga Indonesia. Masih banyak seniman-seniman lokal lainnya, yang juga turut serta melestarikan budaya Jogja.

4. PENDUDUK JOGJA ISTIMEWA

Hasil Sensus Penduduk DIY Tahun 2020
Hasil Sensus Penduduk DIY Tahun 2020 (Sumber : BPS Propinsi DIY)

Berdasarkan Sensus Penduduk 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DIY, jumlah penduduk Jogja adalah 3.67 juta orang, dengan mayoritas berdomisili sesuai Kartu Keluarga (KK). Laju pertumbuhan penduduknya menurun sebesar 0,58%. Jumlah usia produktif 70,04% dan lansia 15,75%. Sedangkan berdasarkan rasio jenis kelaminnya, Jogja memiliki rasio jenis kelamin terendah sebesar 98,22. Konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Sleman berjumlah 1,13 juta orang atau 30,69% dari total penduduk DIY.

Suku mayoritas penduduknya adalah Jawa, dengan bahasa daerah asli berupa bahasa Jawa dialek Jogja- Solo. Tetapi juga saat ini banyak variasi dari suku lain yang mendatangi Jogja untuk kebutuhan pendidikan atau yang lain.

5. PENDIDIKAN JOGJA ISTIMEWA

Balairung UGM, Simbol Pendidikan
Balairung UGM, Simbol Pendidikan

Tidak asing bagi kita, Jogja istimewa terkenal sebagai kota pelajar, dimana ada banyak Universitas negeri maupun swasta, sekolah tinggi, akademi dan politeknik dan sekolah-sekolah yang berkualitas, berdiri di Propinsi ini. Salah satu Universitas tertua di Indonesia yaitu Universitas Gadjah Mada, ada di Jogja. Kualitasnya pun sudah tidak diragukan. Sejak berdirinya UGM pada tahun 1949, Kota Yogyakarta dikenal sebagai Kota Pelajar. Dengan banyaknya tempat untuk studi inilah, sehingga banyak juga pelajar yang berdatangan dari luar kota untuk menuntut ilmu, sekaligus meningkatkan sektor pariwisata Jogja.

Itulah sebagian ulasan, masih banyak hal yang sebenarnya dapat dinarasikan tentang keistimewaan Jogja, Anda dapat mengunjungi website-website referensi di atas untuk tahu lebih detilnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *