Geografi

5 JENIS BENCANA ALAM GLOBAL

85 / 100

Berbagai jenis bencana alam global bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.  Bencana alam yang biasa kita lihat dapat dalam bentuk banjir, gempa bumi, tanah longsor, gunung meletus, kebakaran hutan, dan lain-lain. Bencana alam terjadi disebabkan baik tak lepas dari berbagai aktivitas dan perilaku manusia (yang memicu pemanasan global semakin meningkat), maupun faktor lain (seperti contohnya karena bumi itu sendiri yang mengalami pergerakan lempeng). Kejadian ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi di berbagai negara di dunia.

Berikut ini 5 jenis bencana alam global yang terjadi, memang banyak kejadian bencana alam, tetapi penulis hanya mengulas kelima poin ini :

1. BENCANA ALAM BANJIR

Banjir

Awal tahun 2021 ini, banjir melanda beberapa wilayah di Indonesia, Kalimantan Selatan, dan juga beberapa wilayah di sepanjang Pantura (Pekalongan, Semarang, Kudus), juga di DKI Jakarta. Banyak faktor yang menyebabkan banjir, apakah manusia atau faktor alam itu sendiri, sebagai berikut :

A. FAKTOR MANUSIA

Berapa banyak dari kita yang membuang sampah sembarangan, tidak pada tempatnya? Apabila ada satu saja orang yang membuang satu botol bekas minum tidak pada tempatnya, tinggal dikalikan berapa banyak orang di bumi ini melakukan hal yang sama. Seringkali kita tak sengaja melihat satu atau dua botol di pinggir jalan, di tempat umum yang lain.

Ya memang ada petugas kebersihan yang membereskan, lalu bagaimana dengan sampah yang berada di tempat yang tak terjangkau petugas? Di sisi lain, mari kita hitung berapa banyak sampah yang kita buang setiap hari? Bagaimana jika mulai sekarang kita membiasakan diri untuk berkomitmen pada diri sendiri, untuk barang yang masih bisa berulang pakai, kita pakai beberapa kali, dan sebisa mungkin meminimalisir penggunaan barang sekali pakai, sehingga tidak semakin memperbanyak sampah, yang dapat menyebabkan banjir.

Selain sampah, manusia juga menyebabkan sungai-sungai mengalami sedimentasi secara terus menerus. Sedimentasi bisa berasal dari aliran-aliran rumah tangga yang mengalir ke sungai setiap harinya, yang membawa bukan hanya air, tetapi juga berbagai macam endapan limbah rumah tangga, maupun karena efek endapan kiriman dari aliran tempat yang lebih tinggi. Jika sungai tidak secara reguler dikeruk, maka saat volume air di sungai pada masa penghujan meningkat, maka sungai tak akan mampu menampung air yang lewat, dan terjadilah banjir meluber di sekitarnya.

Manusia juga dapat menyebabkan penutup lahan berubah bentuk, yang dahulunya hutan menjadi bangunan atau perkebunan atau bentuk lain, sehingga area untuk resapan air menjadi berkurang. Sesuai pemberitaan Kompas.com, penurunan luas hutan telah terjadi di Kalimantan Selatan sebagai salah satu penyebab banjir, dan dianalisa oleh LAPAN melalui data mosaik Citra Landsat.

B. FAKTOR ALAM

Curah hujan yang berintensitas tinggi juga dapat menjadi penyebab bencana alam banjir. Hal ini biasanya terjadi saat fenomena Lanina berlangsung, dimana suhu permukaan laut di sepanjang timur dan tengah Samudera Pasifik yang dekat atau berada di garis Khatulistiwa mengalami penurunan sebanyak 3 – 5 derajat celcius dari suhu normal. Dampak terhadap Indonesia adalah peningkatan curah hujan di wilayah tengah dan timur Indonesia karena menghangatnya suhu permukaan laut.

2. BENCANA ALAM GEMPA BUMI

Dampak Gempa Bumi

Gempa bumi adalah guncangan hebat di permukaan bumi karena gerakan lapisan terluar bumi. Berdasarkan yang sering kita lihat adalah gempa yang terjadi karena aktivitas tektonik, dimana pergerakan kerak bumi atau lempeng tektonik mengalami pergeseran / disklokasi, yang biasanya ini terjadi pada daerah-daerah patahan. Patahan atau biasa disebut sesar adalah diskontinuitas dalam volume batuan yang mengalami perpindahan karena gerakan massa batuan. Di Indonesia banyak dilalui oleh sesar aktif, sehingga intensitas gempa juga sering terjadi pada beberapa wilayah.

Penyebab lain gempa adalah karena aktivitas vulkanik pada gunung api yang sedang erupsi. Tetapi gempa ini hanya bersifat lokal di sekitar gunung api itu saja. Penyebab lain yang tidak terlalu signifikan, adalah gempa karena aktifitas pertambangan yang disebabkan oleh peledakan dinamit.

3. BENCANA ALAM TANAH LONGSOR

Tanah Longsor

Berdasarkan Kementerian ESDM, penyebab longsor adalah karena meningkatnya intensitas curah hujan. Pada saat musim kemarau, tanah mengalami kekeringan dan membentuk rongga, lalu saat musim penghujan dengan intensitas tinggi, rongga tadi terisi air hujan dan menjadi jenuh, dan apabila tanah itu tidak memiliki vegetasi di atasnya yang berfungsi menyerap air dan mengikat tanah, maka terjadilah longsor, terutama pada daerah lereng atau tebing terjal. Pohon juga kadang tidak bisa menjamin untuk menahan tanah supaya tidak longsor. Selain itu, terkait hidrogeologi, air tanah juga menjadi komponen proses lain penyebab longsor.

4. BENCANA ALAM GUNUNG MELETUS

Erupsi Gunung Bromo

Akhir-akhir ini, beberapa gunung api di Indonesia mengalami erupsi, termasuk Gunung Bromo di Jawa Timur, maupun Gunung Merapi yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Gunung mengalami erupsi tentunya karena aktivitas vulkanik di dalam tubuh gunung itu sedang aktif, dimana endapan magma didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi. Selain Merapi, gunung api aktif di Indonesia diantaranya Gunung Anak Krakatau, Gunung Sinabung, Gunung Bromo, Gunung Kelud, Gunung Agung, Gunung Semeru, Gunung Tangkuban Parahu, serta beberapa gunung api lainnya.

5. BENCANA ALAM KEBAKARAN HUTAN

Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan bisa terjadi karena faktor manusia yang sengaja menebang dan membakar hutan tersebut untuk difungsikan ke penggunaan lahan lainnya atau kecerobohan penggunaan api yang tidak sengaja mengakibatkan pembakaran hutan. Kebakaran juga bisa terjadi karena faktor alam dengan musim kemarau yang berkepanjangan serta vegetasi yang mudah terbakar, apalagi jika lapisan tanahnya berupa gambut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *