Teknologi

Cara Melihat dan Download Historical Imagery Google Earth

90 / 100

Bagaimana cara melihat dan download historical imagery Google Earth yang berbeda? Mungkin ini pertanyaan yang saat ini sedang Anda cari.

Betapa indahnya melihat dunia hanya melalui desktop kita. Google Earth memberikan pada kita kemudahan untuk mengakses citra satelit penginderaan jauh di seluruh dunia dengan mudah. Cukup dengan browser Google Chrome atau sejenisnya, Anda dapat melihatnya melalui Google Maps dengan switch ke tampilan Google Earth yang berisi data perekaman citra satelit. Seolah Anda travelling kemanapun tanpa perlu meninggalkan kursi Anda.

Akan tetapi kekurangan tampilan Google Earth melalui Google Maps via web browser, kita tidak bisa membandingkan kenampakan citra satelit daerah tertentu dalam beberapa periode waktu perekaman (biasa disebut Historical Imagery). Beberapa dari kita membutuhkan hal ini, untuk melakukan analisis seberapa besar atau seberapa banyak perubahan kenampakan permukaan bumi pada area-area tertentu di permukaan bumi.

CARA MELIHAT DAN DOWNLOAD HISTORICAL IMAGERY GOOGLE EARTH

Historical Imagery Google Earth dapat Anda akses menggunakan Google Earth Pro on dekstop, sebuah aplikasi terpisah yang harus diinstall pada komputer kita. Tahapannya, silahkan mengikuti langkah berikut ini :

1. Download Google Earth Pro on desktop melalui link disini. Klik button Download Earth Pro on desktop di bawah ini :

2. Klik Accept & Download :

3. Install .exe dari hasil download, tunggu sampai proses selesai.

4. Pastikan koneksi internet lancar.

5. Jalankan program Google Earth Pro yang sudah terinstall. Tampilan awal akan muncul dengan bola dunia seperti ini :

6. Arahkan kursor pada area tertentu yang Anda ingin tuju, dan perbesar sesuai kebutuhan. Contoh berikut ini : Taman Nasional Gunung Rinjani, yang ditampilkan dengan citra hasil perekaman tahun 2020 :

7. Untuk membandingkan kenampakan historical imagery Google Earth pada tahun-tahun sebelum 2021, klik menu VIEW > centang HISTORICAL IMAGERY :

8. Pada bagian atas, akan muncul periode waktu, yang dapat Anda geser-geser ke kanan dan ke kiri, sesuai tahun berapa yang ingin Anda tampilkan. Perlu dicatat, bahwa tahun berapanya yang tampil pada menu tersebut akan berbeda antara satu lokasi dengan lokasi yang lain, tergantung ketersediaan data perekaman dari satelitnya. Timeline yang tersedia pada historical imagery Google Earth biasanya dalam bentuk bulan dan tahun perekaman saja. Jika Anda geser, maka tampilan citra pada tahun yang berbeda akan berbeda pula kenampakannya, dan dari situlah Anda dapat melakukan analisis perubahannya :

9. Di bawah ini dicoba diperbandingkan tampilan historical imagery Google Earth dari Taman Nasional Gunung Rinjani pada point 6 di atas (tahun 2020) dengan tahun 2016 dan tahun 2018. Jika dilihat dengan detil, tahun 2016 ada titik-titik tertentu pada lereng yang tak tertutup vegetasi, pada tahun 2018 dan 2020, titik-titik tersebut sudah tertutup vegetasi dicirikan dengan warna permukaan yang berbeda. Ini hanya sekedar contoh perbandingan antar periode perekaman pada lokasi yang sama.

10. Untuk menyimpan citra historical imagery Google Earth pada masing-masing tahun, dapat menggunakan menu FILE > SAVE > SAVE IMAGE > MAP OPTIONS dapat Anda set element apa saja yang mau disertakan atau tidak > RESOLUTION dapat diganti sesuai kebutuhan > SAVE IMAGE. Ulangi hal yang sama untuk tahun-tahun lainnya, sesuai keperluan Anda.

11. Untuk menghilangkan tampilan penggaris periode tahun perekaman, Anda dapat uncheck kembali pada menu HISTORICAL IMAGERY.

Silahkan dicoba, semoga historical imagery Google Earth ini bermanfaat untuk mempermudah pekerjaan Anda.

Alternatif lain, untuk sebatas membandingkan dengan citra periode sebelumnya, dapat juga dicoba Esri’s Wayback Living Atlas. Anda dapat membandingkan sisi kiri dan sisi kanan dengan periode waktu yang berbeda, sehingga lebih mudah dilihat, meskipun tidak bisa membandingkan lokasi yang sama bersamaan, yang bisa dibandingkan adalah sisi yang lain yang bersebelahan. Tanggal perekaman tergantung pada ketersediaan data.

Esri’s Wayback Living Atlas juga menyediakan data cuaca, kemacetan, elevasi, demografi, kelautan, dan sistem perkotaan. Khusus pada citra juga dapat ditampalkan dengan label nama jalan dan label POI (Point of Interest) titik-titik tertentu seperti terminal, stasiun, halte, monument, dan lainnya. Anda dapat mencoba mengoperasikan sendiri, serta menganalisa kelebihan dan kekurangannya. Di bawah ini adalah contoh perbandingan area Jakarta Utara pada tanggal 24 Februari 2021 (sisi kiri) dan 15 Maret 2017 (sisi kanan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *